Top
Kenali Cara Menghitung PPN dengan Mudah

Kenali Cara Menghitung PPN dengan Mudah

Pajak merupakan biaya yang wajib dibayar oleh warga negara yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan negara. Indonesia telah menerapkan sistem perpajakan dimulai sejak zaman kolonial yang disebut upeti. Pada masa penjajahan Belanda, Indonesia mengenal sistem pajak modern yang dikenakan pada rumah tinggal dan pajak usaha. Untuk Pajak Pertambahan Nilai atau PPN itu sendiri baru lahir dan disahkan pada 1 April 1985. Sebelumnya Anda harus tahu cara menghitung PPN dengan mudah.

Kenapa Anda Wajib Bayar Pajak?

Kenapa Anda Wajib Bayar Pajak

Alasan yang memperkuat kenapa sebagai warga negara yang baik Anda harus membayar pajak adalah sebagai berikut:

1. Kita adalah Pembangun Negara

Pembangunan sebuah negara tidak lepas dari peran warga negaranya yang tertib pajak. Pemerintah tidak memiliki andil dalam membangun negara secara lebih luas karena pihak pemerintah hanya menyediakan sarana untuk membangun, sementara warga negara memiliki kewajiban membayar pajak untuk biaya pembangunan jalan atau jembatan. Gaji PNS, polisi dan presiden juga bahkan berasal dari pajak yang rutin dibayar. Dana yang digunakan oleh pemerintah untuk pembangunan sarana dan prasarana berasal dari warga negara itu sendiri. Semakin banyak warga yang patuh terhadap wajib pajak, maka semakin baik pembangunan sebuah negara.

2. Kontrak Antara Kita dan Negara

Kontrak yang dimaksud dalam konteks ini adalah sebuah komitmen antara warga negara dengan pemerintah. Jika Anda membutuhkan fasilitas negara yang memadai maka jangan tinggalkan kewajiban untuk membayar pajak, Pajak juga bisa disebut sebagai investasi yang Anda tanam pada negara untuk menghasilkan fasilitas terbaik seperti dalam bidang kesehatan, perekonomian, transportasi dan lain sebagainya. Pajak yang Anda bayar rutin akan memberikan manfaat untuk Anda sendiri,. Jadi, bayar pajak itu tidak akan merugikan suatu pihak dan telah diatur dalam undang-undang perpajakan.

Objek Pajak Pertambahan Nilai

Objek Pajak Pertambahan Nilai

Pajak Pertambahan Nilai merupakan pungutan biaya yang dibebankan kepada Anda dan pihak penjual ketika melakukan transaksi jual beli barang dan jasa. Pajak jenis ini sering dibebankan pada pihak konsumen akhir. Pihak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau dikenal istilah objek adalah:

  • Pihak penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha.
  • Impor Barang Kena Pajak juga dikenakan PPN.
  • Pemanfaatan Barang Kena Pajak yang tidak berwujud dan berasal dari luar Daerah Pabean di daerah Pabean.
  • Pemanfaatan jasa Kena Pajak yang berasal dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.
  • Ekspor Barang Kena Pajak berwujud atau tidak berwujud serta Ekspor Jasa kena pajak oleh Pengusaha kena Pajak (PKP).

Tarif Pajak Pertambahan Nilai

1. Tarif yang dikenakan untuk PPN adalah 10%.
2. Tarif yang dikenakan untuk PPN sebesar 0% berlaku untuk:

  • Ekspor Barang Kena Pajak berwujud
  • Ekspor Barang Kena Pajak tidak berwujud
  • Ekspor Jasa Kena Pajak

Cara Menghitung Pajak Pertambahan Nilai atau PPN

Sebelumnya Anda harus mengetahui rumus untuk hitung PPN yakni:

PPN = Dasar Pengenaan Pajak x Tarif Pajak

Misalnya, perusahaan PT Cantik Menawan menjual produk kepada PT Tampan Setia dengan harga Rp 50.000.000 dengan tarif pajak yang digunakan adalah sebesar 10% di mana kedua perusahaan tersebut merupakan perusahaan kena pajak. Pajak terutang yang harus dibayar adalah sebesar Rp 5.000.000 dengan menggunakan rumus di atas.

Demikianlah penjelasan mengenai Pajak Pertambahan Nilai dan cara menghitung PPN dengan mudah. Terbukti mudah dengan selalu mengingat rumus.

No Comments

Post a Comment