Top
Memahami Pajak Hiburan di Indonesia

Memahami Pajak Hiburan di Indonesia

Pajak merupakan pungutan biaya yang wajib dibayar oleh setiap warga negara. Biaya tersebut nantinya akan digunakan untuk kepentingan pemerintah serta masyarakat umum. Jadi pendapatan suatu negara berasal dari berbagai sumber termasuk pajak dari warga negara itu sendiri. Pajak terbagi menjadi beberapa kategori yang salah satunya adalah pajak hiburan. Untuk memahami pajak hiburan di Indonesia, simak penjelasan berikut ini.

Pajak Hiburan

Memahami Pajak Hiburan di Indonesia

Tahukah Anda bahwa acara hiburan yang diselenggarakan ternyata wajib membayar pajak? Nah, pajak ini disebut dengan pajak hiburan. Hiburan yang dimaksud di sini adalah segala kegiatan yang berbentuk kata-kata, benda, tempat maupun perilaku yang memberikan efek menghibur.

Dalam pasal 1 ayat 25 UU 28 tahun 2009 dijelaskan bahwa hiburan merupakan semua jenis tontonan, pertunjukan, permainan dan keramaian yang dinikmati dan dipungut bayaran. Hiburan yang diselenggarakan bersifat subjektif tergantung pada penikmatnya.

Hiburan yang wajib dikenakan pajak adalah musik, opera, film, permainan, drama, olahraga dan berbagai kegiatan menghibur lainnya. Bahkan kegiatan wisata juga bisa dikatakan sebagai upaya hiburan dengan mempelajari budaya serta jelajah alam. Media yang digunakan sebagai penyalur hiburan antara lain adalah televisi, media cetak, radio, dan media online.

Objek Pajak Hiburan

Dalam pembayaran pajak terdapat objek-objek yang dipungut biaya di mana dalam kategori pajak hiburan yang turut dikenakan bayaran adalah sebagai berikut:

  • Tontonan film yang sering diselenggarakan pada bioskop.
  • Pagelaran seni, tari, musik dan busana.
  • Kontes kecantikan, binaraga dan lain sejenisnya.
  • Kegiatan pameran.
  • Karaoke, diskotik, klub malam dan sebagainya.
  • Akrobat, sirkus dan sulap.
  • Permainan golf, billiard and bowling.
  • Pacuan kendaraan bermotor, kuda, dan permainan ketangkasan.
  • Panti pijat, refleksi, spa atau mandi uap dan pusat kebugaran.
  • Pertandingan dalam bidang olahraga.

Subjek dan Wajib Pajak

Subjek yang menjadi pembayar pajak hiburan ini merupakan orang pribadi maupun sebuah lembaga yang menikmati jasa dari kegiatan hiburan tersebut. Untuk pihak yang dikenakan tarif wajib pajak adalah mereka yang turut menyelenggarakan hiburan baik itu pribadi maupun lembaga.

Tarif Pajak Hiburan

tarif pajak hiburan

Tarif yang dikenakan sebagai pajak hiburan maksimal sebesar 35% dengan hitungan sebagai berikut:

Pajak Terutang = Tarif x Dasar Pengenaan Pajak

hitungan tersebut berbeda dengan hiburan yang terkait dengan kesenian tradisional yang dikenakan tarif maksimal sebesar 10%. hiburan kesenian tradisional berupa hiburan yang butuh upaya pelestarian sehingga diselenggarakan di tempat yang bisa dikunjungi oleh setiap lapisan masyarakat. Hiburan khusus juga ada yang dianggap mewah seperti kontes kecantikan, pagelaran busana, diskotik, karaoke, klub malam, panti pijat atau spa dan permainan ketangkasan. Hiburan khusus tersebut bisa dikenakan tarif pajak maksimal 75%, jadi berbeda dengan hiburan tradisional dan lainnya.

Berikut contoh perhitungan pajak hiburan agar mudah dimengerti:

perhitungan pajak hiburan

Jumlah pendapatan yang diterima oleh sebuah tempat hiburan klub malam adalah sebesar Rp 100.000.000. tarif pajak yang dikenakan 30%. Pajak terutang yang wajib dibayar oleh pihak penyelenggara adalah Rp 30.000.000.

Pidana Pajak

Bagi mereka yang melanggar aturan dan tidak membayar pajak hiburan maka akan ditindak pidana hukuman kurungan satu tahun dan denda paling banyak dua kali jumlah pajak yang terutang atau kurang dibayar. Hindari juga kesalahan ketika mengisi SPTPD atau sengaja mengisi dengan data yang keliru karena hal ini akan dikenakan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling besar sebesar empat kali jumlah pajak terutang.

Sekian penjelasan singkat mengenai pajak hiburan untuk Anda yang kurang memahami pajak hiburan. Semoga bermanfaat.

No Comments

Post a Comment