Top
Mengenai Aturan Restitusi Pajak Di Indonesia

Mengenai Aturan Restitusi Pajak Di Indonesia

Apa yang di Maksud dengan Restitusi Pajak? Restitusi pajak pada dasarnya dikenal sebagai permohonan pengembalian untuk pembayaran pajak dan diajukan oleh pihak wajib pajak pada negara. Restitusi sendiri dikenal sebagai istilah yang berkaitan dengan perpajakan dan tercantum pada UU KUP. Dengan kata lain, restitusi pajak itu sendiri adalah proses mengembalikan biaya pajak yang sebelumnya telah dibayar oleh pihak wajib pajak. Namun patut untuk anda ketahui, bahwa restitusi itu sendiri hanya terjadi apabila jumlah dari pajak yang telah dibayarkan jauh lebih besar dari nominal pajak terutang. Namun hal ini hanya berlaku apabila anda selaku wajib pajak pun tidak memiliki bagian lain yang dikenal sebagai utang pajak.

Tujuan dari restitusi pajak

Tujuan dari restitusi pajak

Banyak orang yang bertanya mengenai tujuan negara dengan menyediakan restitusi dari pajak itu sendiri. Pada dasarnya keberadaan restitusi pajak itu memiliki tujuan yang baik, dalam hal ini berkaitan dengan proses melindungi hak dari pada wajib pajak. Hal ini juga tidak lepas dari banyaknya jumlah pelaporan yang menyatakan kelebihan pembayaran dari pajak yang dilakukan oleh pihak wajib pajak dan justru dikenal sebagai jaminan untuk kepercayaan yang diberikan oleh pihak pemerintah pada wajib pajak.

Aturan baru mengenai syarat percepatan pada restitusi pajak

Aturan baru mengenai syarat percepatan pada restitusi pajak

Beberapa bulan ke belakang, tepatnya sekitar april tahun 2018, kementerian keuangan mulai mengeluarkan aturan terbaru yang berkaitan dengan tujuan mempercepat proses restitusi pada pihak wajib pajak dengan kriteria tertentu. Sedangkan untuk kriteria itu sendiri dapat diperoleh setelah melakukan penelitian sederhana tanpa perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Syarat percepatan pemberian restitusi

Syarat percepatan pemberian restitusi

Berikut ini adalah beberapa syarat yang wajib dipenuhi untuk mendapatkan percepatan dari proses pemberian restitusi PPN serta PPh, diantaranya :

  • 1. Pada dasarnya terdapat 3 kategori dari pihak wajib pajak dengan hak untuk mendapatkan percepatan restitusi, yaitu wajib pajak dalam bentuk orang pribadi dengan pembayaran di bawah atau bahkan sama dengan jumlah Rp 100 juta. Kemudian wajib pajak dalam bentuk badan yang memiliki bayaran di bawah atau sama dengan Rp 1 miliar, serta terakhir adalah PKP yang memiliki bayaran di bawah atau pun sama dengan jumlah Rp 1 miliar.
  • 2. Wajib pajak dengan ketepatan waktu dari proses penyampaian SPT yang dilakukan olehnya, serta tidak adanya tunggakan akan pajak dan bentuk laporan keuangan pun telah diaudit serta mendapatkan tanggapan atau opini dari masyarakat dengan WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian yang diberikan selama 3 tahun dan berturut-turut, kemudian tidak pernah dipidana pada bidang perpajakan dalam waktu 5 tahun ke belakang.
  • 3. PKP memiliki resiko rendah dan telah ditetapkan oleh pihak kementerian keuangan. Dengan kata lain, PKP yang dituju yaitu bentuk perusahaan terbuka, kemudian BUMN, BUMD, serta eksportir dari mitra ulama kepabeanan atau lebih dikenal dengan sebutan MITA, juga reputable trader dengan profil yang dimiliki pihak Ditjen Bea Cukai.

Selain dari pada tiga poin penjelasan di bagian atas tadi, Ditjen pajak pada umumnya telah menetapkan berapa lama jangka waktu yang dibutuhkan oleh masing-masing dari wajib pajak itu sendiri, utamanya mereka yang telah memenuhi persyaratan di bagian atas tadi.

Dari penjelasan di bagian atas tadi, tentunya keberadaan restitusi pajak dibuat oleh pemerintah dengan tujuan utama untuk membantu pihak wajib pajak serta membangun kepercayaan yang dapat diberikan oleh pihak wajib pajak atas proses pembayaran pajak yang dilakukannya, sehingga lebih sesuai dengan apa yang telah ditentukan, Utamanya mereka yang tidak memiliki utang atau melakukan pembayaran pajak dengan teratur dan tidak melewati waktu yang telah ditentukan.

Itulah kiranya uraian singkat mengenai Apa yang di Maksud dengan Restitusi Pajak yang dapat penulis jelaskan kali ini.

No Comments

Post a Comment