Top
IC Consultant / Artikel  / Mengenal Kode Faktur Pajak dan Format Penggunaannya

Mengenal Kode Faktur Pajak dan Format Penggunaannya

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Kode Faktur Pajak dan Format Penggunaannya dimana hal ini akan sangat bermanfaat dan penting untuk anda ketahui apabila suatu saat akan melakukan lapor pajak dan juga untuk penggunaan lainnya yang pasti akan bermanfaat sekali.

Faktur pajak adalah dokumen bukti pungutan pajak yang diterbitkan oleh suatu pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP). Dalam menerbitkan faktur pajak, PKP harus mengacu pada mengacu pada PER-24/PJ/2012 j.o. PER-17/PJ/2014 dalam penggunaan kode faktur pajak dan nomor seri faktur pajak.

Nomor Faktur Pajak sendiri berupa 16 digit angka, yang tersusun dari 3 komponen yang memiliki maksud tertentu, yaitu:

  • 2 (dua) digit pertama adalah kode faktur pajak/ kode transaksi;
  • 1 (satu) digit berikutnya adalah kode status; dan
  • 13 (tiga belas) digit berikutnya adalah nomor seri faktur pajak.

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing komponen dari nomor faktur pajak:

Kode Faktur Pajak (Kode Transaksi)

Dua digit pertama merupakan kode faktur pajak yang menerangkan transaksinya, yaitu dari angka 01, 02, s.d. 09. Berikut adalah ketentuan penggunaan kodenya:

  • Kode 01: digunakan pada penyerahan BKP/ JKP yang terutang PPN serta PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP/JKP.
  • Kode 02: digunakan pada penyerahan BKP/JKP kepada Pemungut PPN Bendahara Pemerintah. dimana PPN-nya dipungut oleh Pemungut PPN Bendahara Pemerintah.
  • Kode 03: 03 digunakan pada penyerahan BKP/JKP kepada Pemungut PPN Lainnya (selain Bendahara Pemerintah), dimana PPN-nya dipungut oleh Pemungut PPN Lainnya (selain Bendahara Pemerintah).
  • Kode 04: digunakan pada penyerahan BKP/JKP yang menggunakan DPP Nilai Lain, dimana PPN-nya dipungut oleh PKP Penjual yang menyerahkan BKP/JKP.
  • Kode 05: kode ini tidak digunakan.
  • Kode 06: digunakan pada penyerahan lainnya yang PPN-nya dipungut oleh PKP Penjual yang menyerahkan BKP/JKP, serta pada penyerahan BKP/JKP kepada orang pribadi pemegang paspor asing (turis asing) sesuai Pasal 16E UU PPN dan PPnBM.
  • Kode 07: digunakan pada penyerahan BKP/JKP yang mendapat fasilitas PPN Tidak Dipungut atau Ditanggung Pemerintah (DTP).
  • Kode 08: digunakan pada penyerahan BKP/JKP yang mendapat fasilitas pembebasan PPN
  • Kode 09: digunakan pada penyerahan aktiva Pasal 16D yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang menyerahkan BKP.
    BKP berupa persediaan dan/ atau aset yang tujuan semulanya tidak diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan wajib menggunakan DPP nilai harga pasar wajar.

Kode Status Faktur Pajak
Kode Status terdiri dari satu digit angka. Kode ini diisi dengan ketentuan: 0 (nol) untuk status normal atau 1 (satu) untuk status penggantian. Berapa kali pun penggantian faktur dilakukan, kode status yang digunakan adalah kode status ‘1’.

Nomor Seri Faktur Pajak
Adalah 13 digit terakhir dalam nomor faktur pajak. Nomor seri ini bisa didapatkan dengan menggunakan aplikasi e-Nofa pada web DJP atau menggunakan aplikasi perpajakan digital. Yang perlu diketahui, permintaan Nomor Seri ini dilakukan setiap akhir tahun, dan di akhir tahun berikutnya WP harus melaporkan nomor seri yang digunakan dan mana yang tidak digunakan.

Untuk itu penting bagi Anda untuk mencatat/ mendokumentasikan dengan teliti nomor kode faktur pajak serta nomor seri yang digunakan. Apabila Anda mengalami kesulitan, Anda dapat menggunakan aplikasi pajak digital seperti KlikPajak untuk mempermudah pengadministrasian pajak perusahaan Anda.

No Comments

Post a Comment