Top
IC Consultant / News  / Mengenal Tax Officel dalam Perusahaan

Mengenal Tax Officel dalam Perusahaan

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Tax Officel dalam Perusahaan, pengertian dan juga fungsinya, hal ini tentunya akan sangat bermanfaat untuk anda mengenai perpajakan baik itu untuk update materi maupun hal lainnya.

Pengertian Tax Officer

ax officer atau staf pajak adalah orang yang bertugas melakukan segala pencatatan, pembayaran, pelaporan, hingga pengawasan proses administrasi yang berkaitan dengan pajak suatu perusahaan.

Pegawai di bidang perpajakan biasanya bekerja pada divisi atau departemen keuangan, salah satu bagian terpenting dalam suatu struktur perusahaan.

Sebenarnya, seberapa penting keberadaan tax officer pada sebuah perusahaan? Apa saja tugas mereka dan bagaimana cara membuat departemen pajak kantor Anda bekerja efisien? Simak artikel ini untuk lihat jawabannya.

Tugas Tax Officer di Perusahaan

Sebelum mengetahui kiat membuat kinerja divisi perpajakan perusahaan menjadi lebih efisien, mari kenali dulu tugas-tugas tax officer pada sebuah perusahaan.

Tugas staf pajak suatu perusahaan tentu erat kaitannya dengan urusan pajak, maupun aspek-aspek yang mempengaruhi pajak suatu perusahaan.

Umumnya administrasi pajak yang ditangani adalah PPh 21/26, PPh 22, PPh 23/26, PPh 24, PPh badan, PPN, serta PPnBM.

Berikut ini rincian beberapa tugas staf pajak yang perlu Anda ketahui:

1. Menghitung Pajak yang Harus Dibayar Perusahaan Dalam Periode Tertentu
Suatu perusahaan diwajibkan menyetor dan melaporkan pajak pada periode tertentu, baik itu bulanan maupun tahunan.

Tax officer bertugas mencari tahu berapa besar pajak yang harus ditanggung perusahaan dalam satu periode. Serta menghitung potensi pengurangan pajak yang mungkin dilakukan secara legal untuk mengurangi pengeluaran perusahaan.

Staf pajak harus paham perhitungan mengenai pendapatan perusahaan, biaya pengelolaan maupun operasional, serta modal yang masuk sebagai dasar perhitungan pajak.

Melalui staf bagian pajak, suatu perusahaan bisa mengetahui persentase pajak yang harus dibayar. Dengan demikian pembayaran pajak akan sesuai dengan pehitungan Dirjen Pajak berdasarkan regulasi yang berlaku.

2. Membayar dan Melapor Pajak Tepat Waktu
Selain menghitung potensi nilai pajak yang harus dibayar suatu perusahaan, seorang staf pajak juga harus melakukan pembayaran dan pelaporan pajak secara tepat waktu.

Bisa dikatakan, tugas ini merupakan salah satu tugas utama seorang staf pajak. Lantaran tugas tersebut membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang mumpuni agar perusahaan terhindar dari sanki denda.

Ikuti tips membayar pajak tepat waktu, agar perusahaan Anda tidak kena sanksi denda, apalagi pidana!

3. Membuat Perencanaan Pajak
Dengan adanya perencanaan pajak (tax planning), perusahaan jadi tahu berapa besar pajak yang harus dibayar, dan menyiapkan uang sejumlah besaran pajak yang harus dibayar.

Tak hanya berkaitan dengan nilai pajak, perencanaan pajak juga akan menyelamatkan perusahaan dari keterlambatan membayar pajak, sehingga terhindar dari denda pajak atau sanksi lain yang lebih buruk.

Hal itu tentu akan membawa keuntungan bagi perusahaan, lantaran perusahaan terbebas dari pemborosan pengeluaran yang tidak perlu.

4. Membuat Laporan Keuangan Fiskal dan Komersial
Seorang staf pajak harus bisa mengimplementasikan kegiatan akuntansi atas suatu aktivitas perpajakan. Hingga menyajikannya dalam laporan keuangan fiskal maupun laporan keuangan komersial.

Hal ini tidak bisa dibilang mudah, karena laporan keuangan pada akuntansi komersial dan akuntansi fiskal (pajak) berbeda.

Dalam akuntansi komersial, penghasilan berbeda dengan pendapatan. Namun pada akuntansi fiskal, pendapatan (revenue) adalah penghasilan (income), sehingga keduanya merupakan hal yang sama.

Maka dari itu, sebaiknya sebuah perusahaan membedakan staf akuntan keuangan dan staf akuntan pajak.

5. Mencatat Data Transaksi Bisnis Perusahaan
Pada dasarnya perpajakan merupakan bagian dari keuangan atau akuntansi, sehingga tak jarang juga, seorang tax officer ditugaskan membuat atau mencatat data pembelian, penjualan, hingga pembayaran customer serta supplier.

Hal ini terjadi, lantaran data-data tersebut juga berkaitan dengan pajak. Contohnya, data pembelian atau penjualan yang membuat pihak perusahaan menjadi pemotong atau pemungut pajak (withholding tax) dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPNBM untuk penjualan barang mewah.

Itulah gambaran umum tentang tugas staf pajak di perusahaan. Tapi perlu diingat bahwa tugas staf pajak di masing-masing perusahaan bisa saja berbeda, tergantung kebijakan yang berlaku di kantor tersebut.

Hal itu biasaya dipengaruhi oleh kebutuhan dan kemampuan masing-masing perusahaan. Maka dari itu, tak jarang perusahaan kecil tidak memiliki tax officer sendiri, karena kebanyakan masih menganggap akuntansi perpajakan itu tidak penting.

Sehingga beberapa perusahaan menyewa jasa konsultan pajak yang tidak secara langsung menjadi karyawan perusahaan tersebut.

No Comments

Post a Comment