Top
IC Consultant / Artikel  / Pengertian Pajak Barang Mewah Yang Perlu Anda Ketahui
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

Pengertian Pajak Barang Mewah Yang Perlu Anda Ketahui

Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau PPnBM tentunya dikenakan terhadap barang-barang yang tergolong mewah. Dan pajak ini dilaporkan dengan mamakai SPT Masa PPN 1111. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pengertian pajak barang mewah.

Mengenal lebih dekat dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

Pengertian Pajak Barang Mewah

Pajak Penjualan atas Barang Mewah adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi dari suatu barang. Tentunya pengenaan pajak penjualan akan barang mewah ini mempunyai karakteristik yang sama seperti pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang merupakan pajak yang dikenakan dari konsumsi maupun jasa pada daerah pabean.

Antara Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak PertambahanNilai ini adalah suatu kesatuan, yang mana Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM pengenaannya akan selalu bersamaan dengan PPN.

Sedangkan berdasarkan UU yang berlaku di Indonesia, tentunya Pajak Penjualan Atas Barang Mewah adalah pajak yang dikenakan untuk barang yang tergolong mewah dan dilakukan oleh produsen atau yang disebut juga dengan pengusaha agar dapat menghasilkan maupun mengimpor barang tersebut pada kegiatan usaha yang dilakukannya.

Barang kena pajak yang dikategorikan mewah

Pajak Barang Mewah

Berbagai jenis barang kena pajak yang dikatakan mewah ini tentunya telah ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Pada peraturan pemerintah No. 145 Tahun 2000, sudah diatur bahwa kelompok barang kena pajak yang dikatakan mewah yang dikenakan pajak penjualan akan barang mewah selain kendaraan bermotor, maka ditindaklanjuti sesuai keputusan menteri keuangan nomor 569/KMK.04/2000. Di bawah ini merupakan berbagai barang yang tergolong mewah, yang harus dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

  • Barang yang bukan sebagai barang kebutuhan pokok.
  • Barang yang dikonsumsi hanya untuk memperlihatkan atau menunjukkan status atau kelas sosial.
  • Barang yang dikonsumsi oleh masyarakat yang berpenghasilan tinggi.
  • Barang yang hanya dikonsumsi masyarakat tertentu saja.

Penghapusan untuk sebagian barang mewah yang dikenai pajak

Penghapusan untuk sebagian barang mewah yang dikenai pajak

Pada tanggal 9 Juli 2015 bahwa pemerintah sudah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.010/2015 yang menghapus beberapa barang yang dikatakan mewah dengan direvisinya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/PMK.011/2013. Beberapa barang mewah yang sudah dihapus, yang akhirnya tidak dikenai pajak adalah:

Alat elektronik, seperti:

o AC
o TV
o Kulkas
o Water Heater
o Kompor
o Kamera
o Microwave
o Dryer
o Dishwasher

Alat olahraga

o Alat surfing
o Alat selam
o Alat golf
o Alat pancing

Alat musik

o Alat musik elektrik
o Piano

Branded Goods

o Tas
o Pakaian
o Arloji
o Harness
o Saddler
o Wewangian

Peralatan rumah dan kantor

o Kaca
o Permadani
o Kristal
o Kasur
o Kursi
o Lampu
o Ubin
o Porselen

Saat ini, untuk anda yang memiliki barang-barang yang sudah disebutkan di atas tentunya tidak akan dikenai pajak. Kenapa beberapa barang mewah tersebut dilakukan penghapusan? Hal ini dikarenakan barang-barang mewah tersebut saat ini sudah susah dikatakan sebagai barang mewah dikarenakan perkembangannya yang cepat.

Maka dari itu, nilai barang tersebut tentunya akan mengalami penurunan dikarenakan sudah semakin banyak jenis maupun sudah semakin banyak juga yang menggunakannya. Dengan begitu sudah tidak bisa diidentifikasi sebagai barang mewah lagi. Tidak hanya itu, dihapusnya PPnBM terhadap beberapa barang mewah yang sudah disebutkan di atas juga biaya pengawasan pajaknya yang terbilang tinggi.

Semoga berbagai pembahasan mengenai pengertian pajak barang mewah di atas bisa bermanfaat! sekian dan terimakasih, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

No Comments

Post a Comment