Top

Pengertian Perpajakan Internasional dan Beberapa Hal yang Terkait

Perpajakan merupakan salah satu bidang penting untuk mendorong laju investasi di masing – masing negara di dunia, termasuk Indonesia, selain pajak nasional, ada pula perpajakan internasional. Bagi Anda yang belum mengetahui banyak terkait apa yang dimaksud dengan Perpajakan Internasional, berikut adalah beberapa ulasannya :

Pengertian Perpajakan Internasional

Pengertian Perpajakan Internasional

Perpajakan Internasional merupakan hukum yang mengatur mengenai pajak internasional yang terdiri dari kaidah – kaidah nasional mau pun kaidah lain yang berasal dari traktat antar negara dan prinsip – prinsip yang telah diterima dengan baik oleh negara – negara di dunia. Hukum ini mengatur perihal perpajakan dan dapat ditunjukkan dengan adanya unsur – unsur asing di dalamnya, baik terkait dengan subyek mau pun obyeknya. Salah satu perpajakan Internasional yang dikenal uas adalah kesepakatan perpajakan terkait Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), di mana pelaksanaan terkait dengan P3B ini dilakukan dengan baik dan sesuai dengan Pacta Sunt Servanda (Konvensi Wina).

Sumber hukum yang mengatur Perpajakan Internasional

Sumber hukum yang mengatur Perpajakan Internasional

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan Perpajakan Internasional, tentu Anda juga perlu untuk memahami terkait sumber hukum yang mengaturnya. Di negara Indonesia, terkait perpajakan Internasional diatur di dalam Undang – undang Nomor 7 Tahun 1983 pada pasal 32 A. seiring dengan perkembangan, Undang – Undang Perpajakan Internasional ini digantikan dengan UU terbaru, yaitu Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008. sementara untuk proses pembentukan P3B (Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda), mulai dari proses pendekatan, proses perundingan, ratifikasi hingga perihal pemberlakuannya sesuai dengan yang telah tercantum dalam Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. P3B ini memiliki kedudukan lex specialist terhadap Undang – undang domestik. Oleh karena itu, bila ditemukan ada ketentuan dalam Undang – undang domestik yang bertentangan dengan ketentuan di dalam P3B, maka yang dimenangkan adalah ketentuan dari P3B.

Permasalahan – permasalahan yang ada dalam Perpajakan Internasional

l. Transfer Pricing

Transfer Pricing

Transfer pricing merupakan kegiatan mentransfer laba dari dalam negeri yang ditujukan ke perusahaan yabg memiliki hubungan istimewa di negara lain yang memiliki tarif pajak lebih rendah. Hal ini dilakukan dengan membayar harga penjualan yang jauh lebih rendah dari harga di pasaran dan membebankan biaya lebih besar dari harga yang wajar. Di Indonesia sendiri, masalah transfer pricing ini diantisipasi dengan Undang – Undang PPh pasal 18 di mana pihak fiskus memiliki hak untuk melakukan koreksi terhadap harga transakasi, Debt Equity Ratio (DER), dan penghitungan utang sebagai modal.

2. Tax Heaven Countries

Tax Heaven Countries

Tak hanya memahami apa yang dimaksud dengan Perpajakan Internasional, Anda juga perlu mengetahui permasalahan yang berkaitan dengan hal tersebut. Salah satunya adalah Tax Heaven Countries. Ada beberapa negara – negara yang termasuk di dalam Tax Heaven Countries, di mana negara – negara ini memberikan keringanan pajak secara agresif, mulai dari pengawasan pajak yang longgar hingga tarif pajak yang rendah yang membuat penerimaan pajak dari negara – negara berkembang cenderung merosot secara tajam. Karena hal ini, negara – negara tax heaven ini cenderung dimusuhi oleh dunia internasional dan pengawasan terkait penghindaran pajak (tax avoidance) di negara – negara tax heaven dilakukan dengan gencar. Beberapa negara yang termasuk dalam tax heaven countries di antaranya Saudi Arabia, Bahrain, Argentina, Hongkong, Mauritius, dan lain – lain.

No Comments

Post a Comment