Top
IC Consultant / Artikel  / Yuk, Kenali Apa yang dimaksud Subjek Pajak
Apa itu subjek pajak

Yuk, Kenali Apa yang dimaksud Subjek Pajak

Apa yang dimaksud subjek pajak? Tentunya penjelasan mengenai subjek pajak ini sangat penting untuk anda katehui. Untuk itu, di bawah ini akan dipaparkan pembahasan selengkapnya untuk anda.

Apa itu subjek pajak?

Subjek pajak adalah orang pribadi ataupun badan yang sudah ditetapkan dari peraturan perundang-undangan perpajakan yang memang berlaku di Indonesia. Nah, salah satu hal penting lainnya adalah hak dan kewajiban yang dimiliki setiap subjek pajak tentunya berbeda-beda antara satu sama lainnya. Bahkan, dapat dikatakan bahwa tidak semua subjek pajak mempunyai kewajiban perpajakan seperti halnya dalam membayar maupun melaporkan pajak seperti pada umumnya.

Mengenal subjek pajak di Indonesia

Mengenal subjek pajak di Indonesia

Pada dasarnya bahwa subjek perpajakan yang terdapat di dalam negeri terbagi ke dalam tiga jenis utama, mulai dari orang pribadi, badan, dan warisan. Tetapi, secara umum subjek perpajakan mempunyai satu jenis subjek lagi, subjek tersebut adalah Bentuk Badan Usaha tetap (BUT). Ada baiknya anda mengetahui dulu penjelasan dari setiap subjek pajak tersebut seperti pada pembahasan berikut ini.

– Orang pribadi (OP), adalah perseorangan atau individu berstatus sebagai Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang menetap atau tinggal di Indonesia.

– Badan, adalah seluruh badan usaha maupun pemerintah yang berdiri serta mengalami perkembangan. Kecuali untuk badan-badan yang bersifat bukan komersial dan badan, yang mana sumber pembiayannya diperoleh dari APBD atau APBN.

– Warisan yang belum dibagi, adalah harta warisan dari ahli waris atau pewaris yang mana haus terlebih dahulu dibayarkan oleh ahli waris sebelum ia melakukan proses pembagian. Bagi pewaris atau ahli waris kewajiban perpajakannya dimulai ketika munculnya warisan yang memang belum terbagi sampai berakhir ketika warisan tersebut sudah dibagikan.

– Bentuk Usaha Tetap (BUT), adalah bentuk usaha pribadi yang berasal dari orang pribadi yang tidak berkedudukan atau tidak bertempat tinggal di Indonesia tidak lebih 183 hari dalam waktu 12 bulan. Sedangkan untuk badan kriterianya yaitu tidak didirikan di Indonesia terkait kelancaran usaha maupun melakukan suatu aktivitas di Indonesia. Tentunya Bentuk Usaha Tetap (BUT) bisa berupa cabang perusahaan, tempat kedudukan manajer, pabrik, gedung, gudang, kantor perwakilan, dan sebagainya.

Klasifikasi subjek pajak

Klasifikasi subjek pajak

1. Subjek pajak dalam negeri

Tentunya kategorisasi ini didasarkan terhadap domisili pendiriannya maupun seberapa lama aktivitas bisnis yang bersangkutan dilakukan di Indonesia. Nah, siapa saja yang dikatakan subjek perpajakan dalam negeri? Yang termasuk adalah orang perorangan, warisan yang belum dibagikan, dan badan usaha. Ketika orang perorangan lahir di daerah Indonesia maupun yang sudah menetap selama lebih 183 hari dalam waktu 1 tahun, serta ingin tinggal lebih lama, maka bisa dikatakan sebagai subjek pajak dalam negeri.

2. Subjek pajak luar negeri

Jika pada pembahasan sebelumnya ada subjek pajak dalam negeri, maka pembahasan selanjutnya ada subjek pajak luar negeri. Nah, siapa saja subjek yang termasuk ke dalam subjek perpajakan luar negeri ini? Tentunya subjek perpajakan luar negeri ini mencakup orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, namun tinggal di luar negeri. Sedangkan ketentuan pokoknya yaitu orang pribadi yang singgah atau berada di wilayah Indonesia, tetapi tidak lebih 183 hari dalam waktu 12 bulan. Untuk badan usaha tetap, ketentuannya yaitu badan usaha tersebut tidak bertempat dan didirikan di Indonesia, tetapi menjalankan usahanya di wilayah Indonesia.

Demikianlah berbagai pembahasan mengenai apa yang dimaksud subjek pajak, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

No Comments

Post a Comment