Top

JASA KONTRUKSI

JASA KONTRUKSI

Atas Penghasilan Jasa Kontruksi dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final ( PP  No 40 Tahun 2009 )

Tarif atas Jasa Kontruksi terdiri atas pelaksanaan,perencanaan,dan pengawasan ditentukan atas kualifikasi usahanya, apakah memiliki kualifikasi usaha atau tidak memiliki kulifikasi usaha. Berikut tarif  atas jasa kontruksi diatur dalam PP No. 51 Tahun 2008 :

  1. 2% (dua persen) untuk pelaksanaan kontruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang memiliki kulifikasi usaha kecil.
  2. 4% (empat persen) untuk pelaksanaan kontruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha.
  3. 3% (tiga persen) untuk pelaksanaan kontruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa selain penyedia jasa sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b.
  4. 4% (empat persen) untuk perencanaan kontruksi atau pengawasan kontruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha
  5. 6% (enam persen) untuk perencanaan kontruksi atau pengawasan kontruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha.

Dalam hal penyedia jasa adalah bentuk usaha tetap, Tarif pajak penghasilan tersebut tidak termasuk pajak penghasilan atas sisal aba bentuk usaha tetap setelah pajak penghasilan yang bersifat final. Sisa laba dari bentuk usaha tetap setelah pajak penghasilan yang bersifat final, dikenakan pajak sesuai dengan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (4)  Undang-Undang PPh atau sesuai dengan ketentuan dalam persetujuan penghindaran Pajak Berganda.

Penyetoran Pajak Penghasilan atas jasa kontruksi diatur sebagai berikut :

  1. Dipotong oleh pengguna jasa pada saat pembayaran, dalam hal pengguna jasa merupakan pemotong pajak; atau
  2. Disetor sendiri oleh penyedia jasa, dalam hal pengguna jasa bukan merupakan pemotong pajak.

Besarnya pajak penghasilan yang dipotong atau disetor sendiri adalah :

  1. Jumlah pembayaran, tidak termasuk pajak pertambahan nilai, dikalikan tarif pajak penghasilan atas jasa kontruksi; Atau
  2. Jumlah penerimaan pembayaran, tidak termasuk pajak pertambahan nilai, dikalikan tarif pajak penghasilan jasa kontruksi dalam hal pajak penghasilan disetor sendiri oleh penyedia jasa.

Terkait dengan Pajak Penghasilan atas Jasa Kontruksi diatur sebagai berikut :

  1. Dalam hal terdapat selisih kekurangan Pajak Penghasilan yang terutang berdasarkan Nilai Kontrak Jasa Kontruksi dengan Pajak Penghasilan berdasarkan pembayaran yang telah dipotong atau disetor sendiri, selisih kekurangan tersebut disetor sendiri oleh penyedia jasa.
  2. Dalam hal nilai kontrak kontruksi tidak dibayar sepenuhnya oleh pengguna jasa, atas nilai kontrak jasa kontruksi yang tidak dibayar tersebut tidak terutang Pajak Penghasilan yang bersifat final, dengan syarat Nilai Kontrak jasa Kontruksi yang tidak dibayar tersebut dicatat sebagai piutang yang tidak dapat ditagih.
  3. Piutang yang tidak dapat ditagih merupakan piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (1) Huruf h Undang-Undang PPh.
  4. Dalam hal Piutang yang, nyata-nyata tidak dapat ditagih, dapat ditagih kembali, tetap dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat Final.
  5. Pajak yang dibayar atau terutang diluar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh penyedia jasa dapat dikreditkan terhadap pajak yang terutang berdasarkan ketentuan Undang-Undang PPh.
  6. Penghasilan lain yang diterima atau diperoleh penyedia jasa dari luar usaha jasa kontruksi dikenakan tarif berdasarkan ketentuan umum Undang-Undang PPh.
  7. Keuntuan atau Kerugian selisih kurs dari kegiatan usaha Jasa Kontruksi termasuk dalam perhitungan Nilai Kontrak Jasa kontruksi yang dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final.
  8. Penyedia Jasa wajib melakukan pencatatan yang terpisah atas biaya yang timbul dari penghasilan yang diterima atau diperoleh dari kegiatan usaha selain usaha Jasa Kontruksi.

Catatan :

Apabila penerimaan penghasilan tidak mempunyai NPWP, Maka besarnya pemotongan PPh Final Pasal 4(2) yang dikenakan adalah tariff normal tanpa ada kenaikan tarif yang lebih tinggi.

 

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.